'' Selamat Datang Di Virtual Reality Tour 360 Puri Agung Peliatan ''
Puri Peliatan adalah salah satu warisan budaya, yang berada di wilayah Desa Adat Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupatan Gianyar, Bali. Jaman dahulu, Puri Peliatan adalah tempat tinggal para bangsawan berkasta atau di bali sering kita sebut sebagai kasta ksatria. Mari ikuti dan jelajahi Puri Peliatan secara digital.
Informasi Website
Objek
1
Area
25
3D Objek
1
Area Ancak Saji
Area Ancak Saji adalah Area yang biasanya digunakan sebagai tempat kegiatan sosial dan kegiatan kebudayaan.
Puri Peliatan adalah salah satu warisan bersejarah yang berada di daerah Desa Peliatan, Banjar Tengah, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Dalam garis besar Puri adalah sebuah istana atau tempat tinggal untuk para bangsawan di daerah Bali. Berdasakan sistem pembagian triwangsa atau kasta, maka puri adalah tempat tinggal untuk bangsawan yang berkasta ksatria, ksatria yang berarti keturunan dari raja. Puri Peliatan pada awalnya berdiri di area selatan Banjar Tengah, Peliatan, Ubud pada tahun 1769. Lalu dipindahkan ke sebelah utara Pasar Peliatan pada tahun 1825 dikarenakan area Puri Agung Puri Peliatan sebelumnya tidak terlalu luas dan juga sudah mulai banyak keturunan dari Raja Puri. Puri Peliatan memeliki arsitektur bangunan yang sangat menarik dari pada puri-puri lainnya yang berada di daerah Ubud. Puri Peliatan memiliki 3 bagian di dalamnya, di bagian pertama yaitu kepala yang digunakan sebagai tempat persembahyangan, bagian kedua yaitu badan digunakan sebagai tempat hunian untuk semeton atau keluarga puri, dan bagian ketiga yaitu kaki digunakan sebagai tempat kegiatan sosial masyarakat atau keluarga puri.
Video Pengenalan Puri Agung Peliatan
Peninggalan Bersejarah
Rantai Jengis
Deskripsi :
Pada jaman kerajaan, Jengis digunakan sebagai alat hukuman untuk masyrakat yang melakukan tindakan kriminal tingkat berat.
Dalam pertunjukan Kecak, penonton dihadirkan dengan suasana epik dari cerita Ramayana, terutama fokus pada peran Hanuman yang membantu Rama menyelamatkan Sita dari Rahwana. Tarian ini mengesankan dengan ketidakbiasaan penggunaan musik instrumen, karena suara “cak” yang dihasilkan oleh penari menciptakan latar belakang sonik yang mendalam.
Tarian Legong
Setiap Hari Sabtu - 19.00 WITA
Pertunjukan Legong menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mengunjungi Bali, memikat penonton dengan keindahan gerakan, kostum, dan musik yang mencerminkan keunikan seni dan budaya Bali. Dalam upaya pelestarian warisan budaya, Legong tetap menjadi ekspresi seni yang dijaga dan dilestarikan.